Hubungan Polisi Hutang, Pemilikan Dalaman dan Polisi Dividen sebagai Mekanisme Pengawasan Masalah Agensi di Malaysia

D. Agus Harjito, Fauzias Mat Nor, Bany Ariffin Amin Noordin

Abstract


ABSTRAK
Kajian ini mengkaji hubungan saling mengganti (substitutability) antara polisi hutang, pemilikan dalaman dan polisi dividen sebagai mekanisme pengawasan masalah agensi yang berlaku di Malaysia. Apabila wujud
hubungan saling mengganti antara mekanisme-mekanisme pengawasan tersebut, maka masalah agensi boleh dikurangkan melalui hubungan ini. Pengurangan masalah agensi akan meningkatkan nilai firma yang ditunjukkan
oleh nilai Tobin's Q, Kajian inijuga memeriksa hubungan saling mengganti antara hutang, pemilikan dalaman dan dividen apabila masalah agensi secara ekstrim diambil kira_ Masalah agensi yang ekstrim (tinggi) diukur
berdasarkan pada tahap hutang jangka pendek yang tinggi, tahap pemilikan dalaman dan kadar pembayaran dividen yang rendah, Sampel kajian meliputi 396 firma yang tersenarai di Bursa Malaysia dari tahun 2001 sehingga tahun 2004. Kajian ini menggunakan kaedah kuasa dua terkecil dua peringkat (two-stage least square, 2SLS). Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahawa
hubungan saling mengganti antara polisi hutang. pemilikan dalaman dan polisi dividen datam peranan pengawasan masalah agensi tidak wujud sepenuhnya di Malaysia. Hubungan saling mengganti hanya wujud bagi hubungan antara polisi hutang dengan dividen sahaja. Manakala hasil
kajian tidak menyokong hipotesis yang menyatakan wujud hubungan saling mengganti antara polisi hutang dengan pemilikan dalaman dan juga antara pemilikan dalaman dengan polisi dividen dalam pengawasan masalah agensi.
Seterusnya, kajian ini juga melaporkan hubungan saling mengganti antara polisi hutang, pemilikan dalaman dan polisi dividen dalam peranan pengawasan masalah agensi apabUa mengambil kira masalah agensi yang ekstrim tinggi. Sekiranya tahap masalah agensi diambil kira didapati wujud hubungan saling mengganti antara polisi hutang dengan dividen. Manakala tidak wujud hubungan saling mengganti antara pemilikan dalaman dengan
pembayaran dividen dan tidak wujud juga hubungan saling mengganti antara polisi hutang dengan pemilikan dalaman dalam peranan pengawasan masalah agensi. Hasil ini  konsisten dengan analisis di mana tahap masalah
agensi tidak diambil kira.

ABSTRACT
This study investigates the substitution relationship (substitutability) among debt policy, insider ownership, and dividend policy as the agency problem control mechanism in Malaysia. If the substitution relationship exists among
the agency control mechanisms, the agency problem can be reduced through this relationship. Reducing the agency problem as a result can increase the firm value proxied by Tobin's Q. This study also examines the substitutability
among debt policy, insider ownership, and dividend policy when the extreme agency problem is considered. The extreme level of agency problem is measured based on the high level of short term debt, the low level of insider
ownership and the low level of dividend payment rate. This study employs 396 firms sample listed on Malaysian Bourse from 2001 to 2004. To achieve the objectives, this study uses two-stage least square method. The results of
this study indicate that the substitutability among debt policy, insider ownership, and dividend policy as agency problem control mechanism does not fully exist in Malaysia. Apparently the substitutability only exists for
debt policy and dividend. There is no substitution between debt policy and insider ownership as well as between dividend policy and insider ownership. In addition, if the level of agency problem is considered, the substitutability
only occurs between debt policy and dividend policy. This result is consistent with the analysis in which the extreme level of agency problems was not considered.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


DISCLAIMER

The editors and publisher of Jurnal Pengurusan have made every possible effort to verify the accuracy of all information contained in this publication. Any opinions, discussions, views and recommendations expressed in the article are solely those of the authors and are not of Jurnal Pengurusan, its editors or its publisher. Jurnal Pengurusan, its editors and its publisher will not be liable for any direct, indirect, consequential, special, exemplary, or other damages arising therefrom.